Lamongan – Dr. Hj Hibatun Wafiroh,S.Pd.Si.,M.Pd.,Kepala SMP Negeri 2 Kedungpring, berhasil meraih penghargaan sebagai juara terbaik kedua kepala sekolah berprestasi dan inovatif Tahun2025. Penghargaan tersebut diberikan oleh Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek pada saat tasyakuran peringatan Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5), di Pendopo Lokatantra Lamongan.
Prestasi gemilang ini tentu tidak diraih dengan mudah. Kepala sekolah inspiratif yang akrab disapa Bu Wafi ini harus menghadapi berbagai tantangan unik, yang dihadapi oleh sekolah pinggiran di Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring yang jauh dari akses transportasi umum. Di tengah kesibukannya sebagai seorang kepala sekolah, Bu Wafi juga berhasil menamatkan pendidikan S3 dan meraih gelar doktor di Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya pada akhir Januari 2025 lalu.
Ketekunannya dalam membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan organisasi menjadi bukti nyata dedikasinya yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Semangatnya untuk terus belajar dan berbagi ilmu memang patut diacungi jempol. Dengan penghargaan ini, Bu Wafi menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis nilai, kolaborasi, dan keberanian menghadapi tantangan mampu melahirkan perubahan nyata di SMP Negeri 2 Kedungpring. Selamat Bu Wafi.
‘’Perubahan adalah keniscayaan. Namun perubahan yang bermakna hanya dapat terjadi jika kita memberdayakan setiap individu untuk bergerak bersama,” kata Bu Wafi.
Bu Wafi menjelaskan bahwa banyaknya tantangan di sekolah pinggiran dengan berbagai keterbatasan, membuatnya menyadari bahwa dia tidak bisa bergerak sendirian. Oleh karenanya harus membangun sistem yang dapat membuat semua pihak lebih berdaya.
‘’Saya percaya bahwa strategi 3-Open dapat berhasil jika semua pihak bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun sekolah bersama-sama, sehingga dapat tercipta lingkungan belajar yang kondusif, inspiratif, dan lebih berdaya,’’ terangnya.
Dengan penghargaan ini, Bu Wafi menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis nilai, kolaborasi, dan keberanian menghadapi tantangan mampu melahirkan perubahan nyata, bahkan dari sekolah di pelosok desa yakni di SMP Negeri 2 Kedungpring. [red]

