Kedungpring, Lamongan — Dalam rangka terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi profesional guru, SMP Negeri 2 Kedungpring menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Matematika menggunakan Metode SANSU pada 24 Juli 2025. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru SMP Negeri 2 Kedungpring.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah sekolah dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu membantu guru menciptakan proses belajar Matematika yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Tim Sansu yang dikomandani oleh Miss Trisna Sitomurang hadir untuk menjadi narasumber pelatihan ini.
Matematika selama ini kerap dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang penuh dengan rumus dan perhitungan. Melalui pelatihan ini, guru diajak untuk melihat pembelajaran Matematika dari perspektif yang lebih luas: bagaimana konsep dapat dipahami secara bertahap, bagaimana siswa dilatih untuk berpikir, dan bagaimana guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Dengan metode SANSU, guru mendapatkan wawasan dan pengalaman baru untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada jawaban akhir, tetapi juga memperhatikan proses berpikir dan strategi siswa dalam menyelesaikan masalah.
Hal ini sejalan dengan semangat pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan bernalar, memecahkan masalah, berpikir kritis, dan menerapkan konsep Matematika dalam situasi nyata.
Kegiatan pelatihan juga menjadi ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran Matematika di kelas.
Keikutsertaan seluruh guru dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen SMP Negeri 2 Kedungpring untuk membangun budaya belajar di kalangan pendidik.
Bagi sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Matematika. Seluruh guru perlu memiliki wawasan dan semangat yang sama dalam mengembangkan pembelajaran, karena kemampuan bernalar, berpikir kritis, dan memecahkan masalah merupakan kompetensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai mata pelajaran.
Pelatihan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa guru pun harus terus belajar. Perubahan zaman, perkembangan teknologi, dan kebutuhan peserta didik yang semakin beragam menuntut pendidik untuk terus memperbarui pengetahuan dan praktik pembelajarannya.
Kepala SMP Negeri 2 Kedungpring, Dr. Hj. Hibatun Wafiroh, S.Pd.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran.
“Kalau kita ingin anak-anak terus belajar dan berkembang, maka gurunya juga harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Guru tidak boleh berhenti belajar karena dunia pendidikan terus berubah dan kebutuhan anak-anak juga terus berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Dra. Sri Handayani, M.Pd., guru matematika mengatakan bahwa yang terpenting adalah bagaimana inovasi pembelajaran mampu membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.
“Kami berharap apa yang kami peroleh di pelatihan ini bukan hanya sebagai pengetahuan baru, tetapi benar-benar dibawa ke kelas dan dirasakan manfaatnya oleh anak-anak,” ungkapnya.
Pelatihan Pembelajaran Matematika Metode SANSU menjadi bagian dari perjalanan SMP Negeri 2 Kedungpring dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap inovasi, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Antusiasme para guru selama kegiatan menunjukkan bahwa semangat untuk belajar dan beradaptasi terus tumbuh di lingkungan sekolah. Harapannya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar Matematika yang lebih menyenangkan, menantang, dan bermakna. [red]

