Lamongan – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan menggelar acara puncak peringatan HPN dan penganugerahan PWI Award 2020 di pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan pada Kamis, 12 Maret 2020. PWI Award diberikan kepada instansi, lembaga, komunitas, tokoh, dan warga yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi yang menginspirasi masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Pada kesempatan ini, PWI Lamongan memberikan PWI Award dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah lembaga partisipasif, yang diberikan kepada 13 lembaga/desa/institusi yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat dan mempublikasikan praktik baik. Kategori kedua, yaitu penghargaan kemitraan pers atau partnership award, diberikan kepada empat tokoh yang menunjukkan kepedulian dan kemitraan pers: Ketua DPRD H. Abdul Ghofur, Kapolres Lamongan AKBP Harun, Dandim 0812 Letkol Sidik Wiyono, dan Ketua Pengadilan Negeri M. Sainal.
Selain itu, ada kategori tokoh inspiratif yang diberikan kepada tujuh tokoh di Lamongan. Salah satunya adalah Hibatun Wafiroh, S.Pd. Si, M.Pd., guru SMP Negeri 2 Kedungpring, yang menerima penghargaan sebagai guru inspiratif. Sebagai wakil kepala SMP Negeri 2 Kedungpring, Bu Wafi telah melakukan berbagai inovasi di bidang pembelajaran dan tahfidz Alquran dengan program Mutu (Murojaah Tujuh Menit) dan apel tahfidz. Inovasinya ini mampu menginspirasi guru-guru di seluruh Indonesia.
Bu Wafi, yang juga merupakan peraih juara I guru berprestasi 2019, pernah menjadi presenter terbaik dalam Seminar Nasional guru dikdas berprestasi berkat inovasinya di bidang tahfidz Alquran sebagai program penguatan karakter. Selain itu, Bu Wafi aktif sebagai penggiat literasi, instruktur nasional Mediaguru, dan guru penggerak di MGMP IPA serta beberapa organisasi dan komunitas guru di Lamongan dan Jawa Timur.
Penghargaan juga diberikan kepada enam tokoh inspiratif lainnya. Rahardian Delfani Meirawan, owner Lili Bakery, mendapatkan PWI Award sebagai pengusaha inspiratif berkat usahanya membangkitkan UMKM di Lamongan dan membuka cabang di beberapa kecamatan. Faid Muhammad Al Kafa, siswa SMAN 1 Lamongan, terpilih sebagai pemuda inspiratif karena inovasinya membuat sosis dari ikan lele, ikon Kota Lamongan. Saptaya Nugraha Duta, Kades Sidorejo Kecamatan Deket, mendapatkan penghargaan karena kegigihannya dalam membantu masyarakat membayar BPJS melalui pengelolaan sampah. Supriyo, budayawan dari Maduran Lamongan, dihargai atas perannya dalam menemukan sejumlah situs cagar budaya di Lamongan. Mat Iskan, petani dari Brondong, dikenal sebagai penggerak petani untuk menanam melon dan pisang unggulan yang bernilai ekonomis. Kacung Setiawan dari Desa Balun, Kecamatan Turi, dianugerahi sebagai olahragawan inspiratif.
Bupati Lamongan, Fadeli, mengapresiasi PWI Lamongan atas penyelenggaraan PWI Award dan kontribusinya dalam memberikan informasi aktual serta edukasi kepada masyarakat Lamongan. “PWI sangat jeli dalam memilih para tokoh inspiratif ini. Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya PWI Award ini. Semoga tokoh-tokoh inspiratif yang terpilih ini dapat menginspirasi masyarakat Lamongan,” ujar Bupati Fadeli.

